Perpanjangan / Renouvellement Visa Long Séjour di Préfecture



Halo, teman-teman. Sekarang, aku membuka jasa konsultasi via voice call wa/line untuk memudahkan teman-teman yang malas / ga hobi / ga ada waktu untuk membaca. Aku akan membantu menjelaskan tahap-tahap yang teman-teman butuhkan melalui voice call, sedetail mungkin sesuai pengalamanku yang selama ini aku share di blog. Untuk informasi lebih lanjut, bisa langsung follow dan dm ke instagram : @laviedelika. Sampai ketemu! 😉]

Halo.
Setelah sekian lama ga update di blog, akhirnya ada bahan untuk menulis lagi. Hehe.
Kali ini, aku akan membagikan pengalamanku memperpanjang izin tinggalku di Prancis (perpanjangan Visa Long Séjour-Conjoint Français / VLS-CF).

Untuk apply VLS-CF ini , sudah aku bahas di topik blog-ku sebelumnya. Bisa dilihat disini.

VLS-CF ini sendiri hanya berupa stiker Visa di dalam paspor dan hanya berlaku selama 1 tahun. Dan untuk memperpanjangnya, maka kita harus membuat appointment terlebih dahulu untuk rendez-vous di Pérfecture tempat kita tinggal. Pembuatan appointment ini biasanya via online, tetapi tetap tergantung lagi Préfecture dimana teman-teman tinggal. Setelah perpanjangan ini, nantinya kita akan mendapatkan Carte de Séjour yang berupa Kartu Residen.

Pengambilan tanggal rendez-vous secara online di website Préfecture ini aku sarankan untuk dilakukan kurang lebih 8-9 bulan sebelum masa visa habis untuk mendapatkan tanggal rendez-vous 2 bulan sebelum masa visa habis (sesuai dengan persyaratan yang ada di website Préfecture).

Dari pengalamanku, masa VLS-CF ku berakhir pada bulan Januari 2020. Maka dari itu, aku harus mendapatkan tanggal rendez-vous dengan Préfecture du Rhône (kota tempatku tinggal) pada bulan November 2019. Dan untuk mendapatkan tanggal appointment di bulan November 2019 ini, aku harus log-in ke website Préfecture mulai dari bulan Mei 2019 (8 bulan sebelum masa visaku habis).

Dan voilà! Tanggal 23 Mei 2019 aku berhasil mendapatkan appointment untuk perpanjangan VLS-CF ku untuk tanggal 18 November 2019 (2 bulan sebelum visa habis). Nanti kita akan menerima email yang berisi surat tanda bukti rendez-vous / convocation jika sudah berhasil terdaftar. Bagi teman-teman yang tinggal di kota Lyon dan sekitarnya, berikut website Préfecture Rhône : http://www.rhone.gouv.fr/
Convocation dari Préfecture

Setelah mendapatkan tanggal yang diinginkan, maka sekarang kita harus menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan saat rendez-vous berlangsung. Oh iya, dokumen yang diperlukan untuk memperpanjang VLS-CF ini juga tergantung dari Préfecture masing-masing kota, namun pada garis besarnya sama. Jadi, tetap cek di website préfecture masing-masing ya. Berikut list dokumen yang aku bawa saat rendez-vous, sesuai dengan yang tertera di website Préfeture Rhône (bisa dilihat disini) :

  1. Paspor ASLI & FOTOCOPY lembar identitasnya
  2. VLS-CF yang berada di dalam Paspor & FOTOCOPY-nya
  3. Akte lahir keluaran capil ASLI & FOTOCOPY-nya
  4. Akte lahir terjemahan Prancis ASLI & FOTOCOPY-nya → aku pakai akte terjemahan yang diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah di Indonesia (Pak Soegeng) bulan April 2018 dan diterima oleh Préfecture.
  5. Livret de Famille ASLI & FOTOCOPY-nya
  6. Acte de Mariage Français terbaru ASLI & FOTOCOPY-nya → penjelasan dibawah
  7. Carte National d'Identité suami yang ASLI & FOTOCOPY-nya
  8. Certificat Medicale dari OFII ASLI & FOTOCOPY-nya
  9. Certificat bahasa dari OFII ASLI & FOTOCOPY-nya
  10. Certificat DELF B2 ASLI FOTOCOPY-nya → kalo ada, kalo gaada gapapa, ini hanya pelengkap.
  11. Certificat formation civique jour 1-4 dari OFII ASLI & FOTOCOPY-nya
  12. Contrat Integration Republicaine dari OFII ASLI & FOTOCOPY-nya
  13. 3 Pas Foto terbaru → aku foto di photomaton 3 hari sebelum rendez-vous
  14. FOTOCOPY Fraktur pembayaran listrik yang atas nama berdua selama setahun → aku bawa yang tahun 2019 
  15. FOTOCOPY fraktur pembayaran apartemen atas nama berdua selama 3 bulan terakhir → aku bawa dari bulan Juli-November 2019
  16. FOTOCOPY rekening koran bank suami dan istri 3 bulan terakhir (hanya halaman depan yang ada nama dan alamat) → kalo ada rekening bersama lebih baik. Tapi kalo ga ada, rekening koran masing-masing juga ga apa-apa, yang penting alamat nya sama. Aku bawa rek. koran masing-masing dari bulan Juli-Oktober 2019.
    Rekening koran masing-masing (suami-istri) dengan alamat yang sama
  17. FOTOCOPY Attestation d'Assurance → punya kita dari "MAAF".
  18. FOTOCOPY Attestation de Droit À l'Assurance Maladie suami dan istri → download dari applikasi "Ameli".
  19. FOTOCOPY Taxe d'habitation atas nama berdua → tapi kalo masih atas nama suami tetap dibawa aja. Waktu aku, karena masih atas nama suami, petugasnya ga jadi ngambil.
  20. FOTOCOPY Avis d'Impots punya suami → bawa untuk jaga-jaga, tapi ternyata ga diminta
  21. FOTOCOPY nomor pajak Prancis → kalo ada. Waktu aku, aku gabawa karena nomor pajak-ku masih error, kasi penjelasan ke petugasnya dan petugas mengerti.
Kurang lebih seperti ini list dokumennya. Dokumen yang diserahkan kepada petugas hanya yang fotocopy-nya. Yang asli hanya untuk ditunjukkan didepan petugas.
Oh iya, usahakan untuk bukti hidup & tinggal bersama-nya, bawa bukti dokumen lebih dari 2 (harus yang atas nama berdua). Contohnya bukti pembayaran listrik dan apartemen atas nama berdua, asuransi bersama, atau rekening bersama. Tapi menurut pengalamanku, kalo memang belum punya rekening bersama, print aja halaman depan rekening pribadi masing-masing yang ada nama dan alamatnya. Yang penting adalah alamatnya sama. Gapapa.

Sebenarnya, tidak diharuskan / tidak ada dalam list dokumen untuk memperbarui acte de mariage français ini. Tetapi, untuk amannya saja, aku memperbarui-nya. Dan saat mengumpulkan dokumen di Préfecture, petugas meminta acte de mariage yang diperbarui tersebut. 
Memperbarui acte de mariage française ini, untuk kita yang menikah di luar Prancis (misalnya di Indonesia) tetapi berdomisili di Prancis, maka kita bisa mengajukan permohonan pembaruan akte tersebut melalui online di : https://pastel.diplomatie.gouv.fr/dali. Permohonan ini akan di proses selama 7-9 minggu bahkan bisa lebih dan setelah jadi, akte akan dikirimkan melalui post. Saranku, lakukan pembaruan akte 1-2 bulan sebelumnya.
Pengalamanku sendiri, kami mengajukan permohonan acte de mariage française tanggal 6 September 2019 via online. Kemudian akte tersebut sampai di alamat rumah kami tanggal 5 November 2019. Kurang lebih memakan waktu 2 bulan. 
Acte de Mariage Français

Untuk proses perpanjangan VLS-CF di Préfecture-nya sendiri, karena ini merupakan perpanjangan VLS-CF yang pertama, maka suami harus datang dan ikut menemani. Jadi, suami harus mengambil congé / day off / cuti selama 1 hari. 
Menurut surat bukti rendez-vous, kami harus datang ke Préfecture pada tanggal 18 November 2019 antara jam 08:30-10:30 pagi. Gapapa datang 15-30 menit sebelum waktu rendez-vous, karena walaupun harus mengantri, kita akan tetap bisa masuk karena sudah mempunyai bukti rendez-vous tersebut. 
Namun saat itu, kami tetap datang dan mengantri dari jam 07:30 pagi. Antrian saat itu masih tidak terlalu panjang, saat aku hitung, kami kira-kira ada di antrian nomor 30an. Jam 08:35 akhirnya Préfecture mempersilahkan antrian kami masuk satu persatu dan ternyata masih banyak yang salah mengantri ataupun tidak punya bukti rendez-vous 😖. Merekapun harus keluar dari antrian.
Préfecture
Di dalam gedung Préfecture, kami mengantri lagi untuk mendapatkan nomor antrian. (yes sangat banyak mengantri hari itu 😪😁) Kami mendapatkan nomor antrian 12 dan menunggu kurang lebih 10 menit (pukul 08:53) sampai akhirnya kami dipanggil ke depan guichet / loket. Kami diterima oleh petugas wanita dan langsung meminta dokumen-dokumen yang sudah kami siapkan. Ada beberapa pertanyaan yang ditanyakan oleh petugas seperti tanggal berapa kami menikah, tanggal berapa aku tiba di Prancis, pertanyaan-pertanyaan yang simple. Setelah itu, kami disuruh mengisi dan menanda-tangani attestation sur l'honneur / pernyataan bahwa kami menikah dan tinggal bersama sejak aku tiba di Prancis, lalu si petugas mengambil sidik jari-ku.

Setelah dokumen semua lengkap dan terkumpul, maka kita akan menerima kertas yang bernama "Récépissé de Demande de Carte de Séjour". Récépissé ini berfungsi sebagai surat yang menyatakan bahwa Carte de Séjour (CdS) kita masih dalam proses. Jadi, walopun VLS-CF kita sudah habis dan kita punya Récépissé ini, maka kita tetap menjadi residen legal di negara Prancis.  Récépissé ini punya masa berlaku yang bermacam-macam. Masa berlaku récépissé-ku sendiri sampai dengan bulan Juli 2020.
Kami selesai dari loket dan bisa langsung pulang kurang lebih pukul 09:15. 😇 Puji Tuhan, dokumen kami semua lengkap dan diterima.
Récépissé

Ketika CdS kita sudah jadi dan siap diambil, maka kita akan menerima SMS dari Préfecture yang memberitahukan tanggal dan jam kita bisa mengambil CdS tersebut di Préfecture beserta jumlah pajak yang harus kita bayarkan (Timbre Fiscal). Biasanya untuk Conjoint Français, pajak (Timbre Fiscal) yang harus kita bayarkan sebelum mengambil CdS adalah sebesar 269€ (tahun 2019). Pajak ini bisa kita bayarkan lewat online di : https://timbres.impots.gouv.fr/index.jsp. 
Untuk masa berlaku CdS sendiri, sepengetahuanku ada yang 1 tahun, ada yang 2 tahun, dan ada yang 10 tahun. 
Untuk yang berlaku 1 dan 2 tahun persyaratannya hampir sama. Tetapi yang 10 tahun ada persyaratan tambahan yaitu umur pernikahan harus >3 tahun dan mempunyai sertifikat bahasa Prancis minimal DELF A2.

Aku berharap dapat yang 2 tahun, supaya perpanjangan yang ke-2 nanti, aku bisa langsung apply yang 10 tahun karena sudah memenuhi persyaratan tambahan. Akan aku update lagi kapan CdS ku keluar.


**UPDATE**
04/02/2020 Setelah hampir 2,5 bulan menunggu, sms 'cinta' dari préfecture yang menyatakan TdS sudah jadi, belum juga aku terima. 😩 Akhirnya aku memutuskan untuk mengirimkan email langsung ke Préfecture. Percaya ato ga, kadang préfecture bisa lupa untuk mengirimkan sms 😰 Jadi, kalo memang sudah ≥2 bulan sejak kita submit dokumen, saranku lebih baik kita aktif menanyakan langsung. Bisa dengan email or telpon. 
Untuk email, waktu itu aku langsung membuka website Préfecture du Rhône disini, lalu gulir sampai mentok paling bawah kemudian klik "contactez-nous". Setelah itu, di kolom sebelah kiri, pilih yang "par service". Lalu ketikkan pesan kita. Dan klik Send.
Kurang lebih isi pesanku seperti diatas. Awalnya aku harap-harap cemas juga, bahkan ga mau berharap sama sekali bakal dibalas apa engga. 😂 Tapi puji Tuhan, 13 menit kemudian email-ku dibalas dan mereka menyatakan bahwa Tds ku sudah siap. Bisa langsung ke Préfecture untuk mengambil Tds antara hari senin-jumat jam 9-12 pagi dengan membawa récepisse, bukti pembayaran timbre fiscal sebesar 269€, dan print bukti balasan email dari préfecture.


Maka hari Senin tanggal 07/02/2020, aku pergi ke préfecture pagi2 buta. Jam 06:50 pagi aku sampai di depan préfecture dan ikut mengantri di antrian yang tanpa janji temu (karena di antrian ini merupakan antrian campuran antara orang-orang yang ingin langsung ke préfecture tanpa janji temu dan orang-orang yang akan mengambil TdS mereka).
Pukul 9 pagi, akhirnya aku masuk, mengambil nomor antrian dan pukul 09:45 Tds sudah ditangan dan aku mendapatkan TdS Pluriannuelle yaitu TdS 2 tahun.


Terimakasih untuk doanya dan terima kasih sudah membaca, bonne journée. 😀


💢Instagram : @laviedelika

Commentaires

  1. Bonjour Mme. Elika!

    Salam kenal aku lila :) aku mau nanya untuk sertifikat bahasa kamu ngasih mereka sertifikat delf A1,A2,B1 nya juga gak? Atau B2 saja?

    merci elika :)

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Bonjour, Lila.
      Aku hanya kasi yang B2 aja :)
      Bonne journée

      Supprimer

Enregistrer un commentaire

Articles les plus consultés